Selasa, 18 Juni 2013

Wisudawati Terbaik RA Nabila Hafsah, Mayanda Pratiwi Berani Tampil Baca Al-Quran

Mayanda Pratiwi bersama ibunya

 
SEMESTER pertama di Raudhatul Athfal (RA) Nabila Hafsah, bocah yang satu ini belum begitu menonjol. Namun keseriusannya terlihat lebih ketika pada penerimaan rapor semester I dilaksanakan di kolam renang Tirta Pam Seirotan, Percutseituan, Deliserdang dia tak menjadi juara.
Bocah ini menanyain ibunya, kenapa dia tak dapat hadiah buku dari Kepala RA Nabila Hafsah. Sang ibunya pun bilang, putrinya itu harus lebih rajin belajar supaya menjadi juara dan dapat hadiah dari bundanya di sekolah.

Motivasi ibundanya itu memacu keseriusan dan membuktikan dia cukup menonjol pada pentas pelaksanaan wisuda angkatan ke III RA Nabila Hafsah TP 2012-2013, Sabtu 8 Juni lalu, di halaman RA Nabila Hafsah Komplek Griya Nabila 2 Desa Kolam, Kec Percut Seituan, Deliserdang.
Santri RA Nabila Hafsah yang menjadi wisudawan terbaik ini adalah Mayanda Pratiwi. Bungsu dari dua bersaudara, buah perkawinan Poniem dengan Mujiman, kelahiran Medan 28 Februari 2007.
<-- --="" selengkapnya="">

“Saya tak menyangka, Mayanda yang berwatak keras justru cukup membanggakan dan membuat saya terharu. Berani tampil sebagai qariah pada prosesi wisuda itu,” ungkap Poniem kepada Harian Orbit, usai mengambil ijazah Mayanda, Jumat (14/6), di gedung RA Nabila Hafsah.

Tidak Kalah Bersaing
Untuk kelanjutan pendidikan Mayanda, ayah dan ibunya harus sedikit repot demi menyahuti keinginan putrinya di SD Islam. Maklum saja, dari kediaman mereka di Komplek Taman Permata Desa Kolam, harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer ke salah satu SD Islam di Bandar Klippa.

Mayanda sendiri ketika ditanyai mengaku kepingin menjadi dokter ini berkeinginan keras bisa ngaji Quran dengan baik. “Anak ini berwatak keras, kami berharap dengan memberikan pendidikan agama lebih dominan dapat menjadi penyeimbang tingkahnya kelak. Dia perempuan, harus kuat pengetahuan agamanya, sehingga di masa mendatang tidak seperti tingkah kebanyakan anak gadis zaman sekarang yang cukup merisaukan,” kata Poniem.

Kepala RA Nabila Hafsah, Nurhafsah Ritonga SAg, SPdI juga mengaku mempunyai alasan menetapkan Mayanda Pratiwi menjadi wisudawan terbaik. “Mayanda sangat jarang absen atau pun sakit, cerdas, berani, cepat pintar tulis baca al-Quran, bahasa Inggris dasar maupun berhitung cepat,” ungkap Nurhafsah.

Mayanda Pratiwi adalah satu dari 20 wisudawan di antara 47 santri RA Nabila Hafsah. “Kami optimis, para lulusan RA Nabila Hafsah tidak kalah bersaing di sekolah mereka masing-masing nanti, karena telah dibekali, tulis baca, kemampuan matematika dan bahasa Inggris dasar,” katanya. Or-11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar