Senin, 27 Juni 2011

Wisuda RA Nabila Hafsah, Kemenag DS Absen

Wisudawam/ti RA Nabila Hafsah dalam persembahan tarian daerah Sumbar ‘Dindin badindin’ pada peresmian dan wisuda perdana RA Nabila Hafsah, TP 2010-2011, Sabtu (18/6), di halaman RA tersebut Jl Mesjid Kompleks Griya Nabila 2 Blok I, Desa Kolam, Kec. Percut Seituan, Deliserdang.

Medan-ORBIT: Pembina Yayasan Intelektual Muda (YIM) Maruli Agus Salim menyatakan kekecewaannya terhadap pola pengayoman dan pembinaan Raudhatul Athfal (RA) di Kabupaten Deliserdang.
“Kami sangat kecewa, peresmian dan wisuda perdana Tahun Pendidikan 2010-2011 RA Nabila Hafsah tanpa kehadiran Kakan Kemenag Deliserdang Drs H Dur Brutu MA,” tegas Maruli Agus Salim pada sambutan peresmian dan wisuda perdana RA yang diselenggarakan YIM itu, Sabtu lalu.
Padahal, katanya jauh hari pihaknya secara resmi telah menghadap langsung meminta Kakan Kemenag Deliserdang meresmikan RA Nabila Hafsah sekaligus menyampaikan kata sambutan. “Ternyata Kakan Kemenag memilih absen tanpa mendelegasikan anggotanya memebuhi permohonan itu,” ungkapnya kesal.




Dikatakan, sejumlah prosesi wisuda RA khususnya di wilayah Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang kerap tanpa kehadiran pejabat Kankemenag. “Sangat jauh dengan kondisi di Kota Medan, mulai dari ujian Kankemenag mengirimkan pengawas hingga wisuda tetap dihadiri pejabat Kankemenag,” katanya.
Dia juga menyebutkan, mengetahui banyak jatah anggaran yang menjadi hak guru dan RA di kawasan Deliserdang untuk memperlancar proses belajar-mengajar, namun hingga setahun ini RA Nabila Hafsah belum menerima serupiah pun.
“Jadi, jika terhadap Yayasan pengelola pendidikan belakangan ini identik dengan Bansos atau bantuan lain pendidikan yang lumayan besar, namun untuk RA Nabila Hafsah belum sebutir pasir pun bantuan pemerintah. Kami bina RA ini hanya dengan tekad dan komitmen dan perhatian masyarakat sekitar yang menyadari betapa pentingnya pendidikan yang berpola Qur’ani untuk terus dilakukan,” bebernya.

Wisuda Perdana
Sebelumnya, Kepala RA Nabila Hafsah, Nurhafsah Ritonga, SAg, SPdI di hadapan para undangan menyebutkan, madrasah yang dipimpinnya sejak didirikan 12 Juli 2010 terus berupaya meningkatkan kualitas dan mutu lulusan. 
Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan RA Nabila Hafsah mewisuda 14 dari 31 santri yang menuntut ilmu di RA Nabila Hafsah beralamat di Jl Mesjid, Komplek Griya Nabila 2, Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (18/6).
Dikatakan, wisuda santri tersebut merupakan hasil dari beberapa proses ujian dan keterampilan yang selama ini dilakukan di lembaga pendidikan itu. Oleh karena itu, katanya, bagi santri yang dinilai belum lulus ujian dan keterampilan tersebut, maka belum bisa mengikuti wisuda.
Tak hanya itu, Hafsah juga menjelaskan selama ini sangat penting bagi seluruh orang untuk memberi motivasi kepada anak agar selalu ingin dan berani tampil. Untuk itulah katanya, RA Nabila Hafsah selalu memberi motivasi kepada para santri dalam pendidikannya untuk selalu mau tampil di depan umum.
Peresmian dan wisuda perdana RA Nabila Hafsah itu dikemas unik dan menarik, dengan menampilkan pembaca Al-Quran Inka Melia Putri Siregar (6 tahun) dan saritilawah, Rizka Batubara (7 tahun) dan dimeriahkan tarian daerah, drama singkat berjudul Dari Ruang Belajar Nabila Hafsah, serta tor-tor yang dipersembahkan santri Nabila Hafsah.
Kegiatan tersebut, turut dihadiri, tokoh pendidikan Drs HM Daud Sagita Putra, Drs H Zulkarnaen Harahap, kalangan akademisi IAIN-SU Burhanuddin SH, Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Percut Seituan, Pemimpin Umum Harian Orbit, Mahsin SH, Pemimpin Redaksi Harian Orbit, As Atmadi dan lain-lain. rel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar